Rabu, 28 Juli 2010

Partai Politik dan Tabiat Saling Menghina ( Bagian 2 )

Kita mengetahui bahwa banyak tuduhan yang dibuat dari hasil rekayasa seseorang atau suatu kelompok untuk menjatuhkan orang yang dituduh. Ini dilakukan karena dengki tidak ingin orang lain maju. Oleh sebab itulah Rasulullah saw. bersabda, "Hasad akan memakan amal baik sebagaimana api memakan kayu bakar."

Orang-orang yang sengaja membuat tuduhan palsu dan menghina orang lain serta berprasangka buruk terhadapnya, hendaknya merenungkan sabda Rasulullah saw. mengenai masalah ini. Mereka sepatutnya mengetahui bahwa mereka sedang mengundang bencana atas diri mereka sendiri. Apapun yang mereka lakukan terhadap orang lain, seperti itu pulalah yang akan menimpa mereka. Rasulullah saw. bersabda,
"Sebagaimana perbuatanmu terhadap orang lain, seperti itulah yang akan diperlakukan ke atasmu." ( Maqausidul Hasanah ).

Rasulullah saw. bersabda, "Kebaikan tidak akan menjadi tua, dosa tidak akan dilupakan, Dan Allah Maha Kaya tidak akan mati. Lakukanlah sesukamu, karena apa yang kamu lakukan terhadap orang lain, itulah yang akan diperlakukan terhadapmu."

Hadits lain menyebutkan, telah dipetik dari Taurat,
"Sebagaimana yang kamu tanam, seperti itulah yang akan kamu tuai. Dan cangkir apa yang kamu beri minum kepada orang lain, seperti itulah yang kamu akan diberi minum." ( Sumber: Kitab Maqausidul Hasanah ).

Hadits lain juga menyatakan yang dikutip dari kitab Injil,
"Sebagaimana yang kamu lakukan, seperti itulah yang akan dilakukan atasmu. Dan sebagaimana ukuran timbangan yang diberikan untuk orang lain, seperti itulah timbangan yang disediakan untukmu."
( Kitab Jami'us Shaghir ).

Nabi saw. bersabda, "Siapa yang enggan menolong saudaranya muslim ketika ia dihina dan disakiti, maka Allah akan membiarkannya tanpa ditolong ketika ia benar-benar menginginkan pertolongan. Dan siapa yang menolong saudaranya semuslim ketika ia dihina dan disakiti, maka Allah akan menolongnya ketika ia benar-benar memerlukan pertolongan." ( Kitab Misykat ).

Abu Dzar ra. -seorang sahabat yang terkemuka--, meriwayatkan sebuah hadits panjang yang ujungnya berbunyi demikian, "Aku meminta wasiat kepada Rasulullah saw.. Beliau bersabda, "Kuwasiatkan agar kamu selalu bertakwa setiap saat, karena takwa adalah hiasan bagi segalanya. Siapa yang takut kepada Allah dalam segala hal, ia pasti tidak akan terlibat dalam perbuatan-perbuatan dosa." Abu Dzar ra. memohon lagi, "Nasehatilah aku lagi." Beliau menjawab, "Perbanyaklah membaca Al Qur’an dan berdzikir, itu akan membuatmu diingat di langit dan menjadi nur di bumi." Abu Dzar ra. meminta lagi, "Nasehatilah aku lagi." Beliau bersabda, "Perbanyaklah diam, karena itu akan menjadi penghalang dari syetan ( manusia selalu terjebak masalah karena lidahnya )." Menjaga lidah akan membantu seseorang, sehingga terpelihara agamanya ( siapa yang terkena penyakit banyak bicara, niscaya mudah terlepas dari amal shaleh ) . Abu Dzar ra. meminta tambahan lagi. Rasulullah saw. bersabda, "Tahanlah dirimu dari banyak tertawa, karena ia akan mematikan hati dan menghilangkan nur wajahmu." Abu Dzar ra. meminta tambahan lagi. Beliau bersabda, "Berkatalah benar walaupun pahit." Ia minta tambahan lagi. Rasulullah saw. bersabda, "Perhatikanlah aibmu karena itu akan menghalangimu dari melihat aib orang lain." ( Kitab Misykat ).

Maksud saya menulis kalimat terakhir adalah untuk menunjukkan kebodohan kita. Dimana sering kita sibuk mengorek aib-aib saudara kita. Jika kita sibuk dengan melihat aib diri sendiri, tentu kita tidak sempat melihat aib orang lain, apalagi menyebarkan aib-aib mereka, sebab kita sibuk dengan aib-aib diri kita sendiri.

Dalam wasiat yang ditulis oleh Syekh Maulana Raipuri rah.a., kita mendapatkan rangkaian syair Persia yang berikut ini,
Ketika sedang berlayar di laut, syekhku menasehatiku dengan dua masalah:
Satu, Jangan penuhi dirimu dengan sikap egois.
Kedua, Jangan melihat aib orang lain.



0 komentar:

Posting Komentar

What Does This Blog Talk? Blog ini Bicara Tentang...

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP