Tampilkan postingan dengan label Menjatuhkan Martabat Seorang Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menjatuhkan Martabat Seorang Muslim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juli 2010

Menjatuhkan Martabat Seorang Muslim ( Bagian 2 )

Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, "Amal perbuatan ( manusia ) akan dibawa di hadapan Allah setiap hari Senin dan Kamis, lalu ampunan akan diberikan kepada semua orang, kecuali orang yang mensyirikkan Allah dan dua orang yang saling membenci dan bermusuhan di antara keduanya. Dikatakan kepada mereka, "Tahanlah ampunan atas mereka, sehingga mereka berbaikan kembali." ( Bukhari -At-Targhib ).

Ada juga hadits yang menyebutkan, "Barangsiapa memanggil seseorang dengan sebutan 'kafir' atau 'musuh Allah' Sedangkan orang yang dipanggil itu tidak demikian, maka kata-kata itu akan kembali ke penyebutnya." ( Hadits Riwayat Bukhari – Kitab At-Targhib).
Hadits lain menyebutkan, "Mengutuk seorang muslim adalah perbuatan fasik." Hadits lainnya lagi, "Mengutuk dan berkata kotor terhadap orang muslim sama dengan menyiapkan kebinasaan bagi diri sendiri." ( At-Targhib ).
Selanjutnya dikatakan dalam hadits, "Siapa yang menuduh seseorang dengan sesuatu yang tidak ada pada orang itu, maka Allah akan merantainya di neraka lalu dikatakan kepadanya, "Buktikan kebenaran tuduhanmu itu." ( At-Targhib ).

Hadits lain menyebutkan, "Hamba Allah yang terbaik ialah orang yang apabila kamu memandang wajahnya, kamu akan teringat Allah. Dan hamba Allah yang terburuk adalah orang yang menyebarkan keburukan, memecah-belah persatuan dan orang yang mencari aib orang lain yang tidak ada pada orang itu." (At-Targhib).

Pada masa haji Wada', Rasulullah saw. mengumumkan, "Darahmu, kemuliaanmu dan hartamu telah diharamkan pada hari ini selamanya, sebagaimana keharaman kota ini, bulan ini dan hari ini." Sebuah hadits menyatakan, "Nyawa, harta dan kehormatan orang muslim diharamkan bagi muslim lainnya."

Berbagai hadits lainnya dengan redaksi yang berbeda telah diriwayatkan mengenai masalah ini, sebagiannya telah disebutkan sebelumnya. Namun ternyata kita menyepelekannya. Di antara contoh perbuatan kita yang sekadar berdasarkan prasangka belaka adalah kecaman dan ucapan sinis kita terhadap orang lain yang dihamburkan tanpa segan. Di sisi Allah, menjatuhkan harga diri serta kehormatan seorang muslim adalah dosa yang menyamai riba yang terburuk.

Renungkanlah! Bukan hanya satu hadits yang menyatakan demikian, bahkan sangat banyak. Misalnya sebuah hadits yang berbunyi, "Riba yang terburuk adalah menghina seorang muslim dengan kata-kata kasar." ( Sumber: Kitab Jami'ush Shaghir ). Maksudnya, adalah menjatuhkan kehormatan seseorang agar dapat menaikkan harga dirinya.




Read More or Baca Lebih Lengkap ..

Menjatuhkan Martabat Seorang Muslim

Secara umum, keadaan kita adalah jika ada seseorang yang berbuat sesuai dengan pikiran kita, kita akan menganggapnya seorang yang ikhlas, bertakwa, takut kepada Allah dan orang yang shaleh. Sebaliknya, jika orang itu berbeda pandangan dengan kita, maka kita akan menuduhnya bodoh, pembelot, egois, pengkhianat, penjilat, dan sebagainya. Ringkasnya, semua aib akan ditujukan kepadanya. Sebenarnya, orang seperti ini sedang memperlihatkan aib-aib dirinya kepada semua orang. Dan semua aib yang tidak pernah dibayangkan olehnya akan terbongkar dari dirinya.

Demikianlah kebiasaan kita, sedangkan hal itu sangat bertentangan dengan sabda Rasulullah saw., "Barangsiapa menutup aib saudaranya yang muslim, Allah akan menyembunyikan aibnya pada hari Kiamat. Dan barangsiapa membuka aib orang lain, maka Allah akan membuka aibnya, walaupun dosa itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, pasti kehinaan akan mencegahnya."

Ibnu Umar ra. meriwayatkan, suatu ketika, Rasulullah saw. naik mimbar, dan bersabda dengan lantang, "Wahai manusia yang Islamnya hanya di lidah sedangkan iman belum menyentuh hatinya! Janganlah menyusahkan kaum muslimin dan jangan mencari-cari aib mereka. Barangsiapa mencari aib seorang muslim, Allah akan perlihatkan aibnya. Dan bila Allah ingin memperlihatkan aib seseorang, maka Dia akan menjadikannya hina walaupun di dalam rumahnya sendiri." ( Sumber: Kitab At-Targhib ).

Suatu ketika, Abdullah bin Umar ra. melihat ke Baitullah, lalu ia berkata, "Betapa berat dan agung! ( Jika kamu lakukan ), maka Allah akan menunjukkan rahim-Nya kepadanya, sedangkan musibah yang sama akan dikenakan juga ke atasmu." Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang paling kukasihi ialah orang yang berakhlak ramah dan riang. Lembut tangannya ( tidak menyingsing lengan atas perkara sepele ), cepat berkawan dan menyambung hubungan baik dengan orang lain. Dan orang yang paling kubenci adalah orang yang suka omong-kosong, mengumpat, memecah-belah, meruncingkan perbedaan di antara kawan, dan mencari kebaikan yang tidak ada pada orang lain." ( At-Targhib ).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila seseorang menghina dan menuduhmu dengan suatu aib yang tidak ada padamu, maka jangan kamu menjawab dan menghinanya kembali ( pada hakekatnya, aib itu ada pada dirinya ), niscaya kamu akan diganjar dengan pahala dan ia akan dibebani dengan dosa penghinaannya." ( At-Targhib ).

Rasulullah saw. bersabda, "Jangan putuskan silaturrahmi di antaramu. Jangan saling melihat keburukan di antara kalian. Jangan saling membenci di antara kalian. Jangan saling hasad di antara kalian. ( Di antara tanda ) persaudaraan di antara sesama muslim adalah tidak memutuskan pembicaraan selama tiga hari antara satu sama lainnya." ( At-Targhib ).




Read More or Baca Lebih Lengkap ..

What Does This Blog Talk? Blog ini Bicara Tentang...

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP